Ya, program ini adalah salah satu solusi cepat dari Pemerintah Kota Bogor yang bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Bogor, khususnya Universitas Pakuan dan Universitas Ibnu Khaldun, dalam menyikapi atau merespons terjadinya kekurangan guru mengajar,” ungkap Dedie Rachim.
Ia menjelaskan, rekrutmen guru untuk mengajar di sekolah negeri memiliki mekanisme yang diatur dan diselenggarakan oleh pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi.
Program Mahasiswa Mengajar tidak hanya menjadi katalisator bagi transformasi metode pembelajaran dan memperluas wawasan di jenjang pendidikan dasar hingga menengah, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa melalui praktik mengajar secara langsung yang memperkuat pendekatan pedagogis serta interaksi nyata dengan siswa di sekolah.
“Jadi para mahasiswa ini dapat menimba ilmu secara langsung, karena jika biasanya ada di ranah teori, sekarang langsung praktik. Ya praktik bagaimana menghadapi siswa, bagaimana menghadapi mata pelajaran dan mempersiapkan. Saya pikir ini sesuatu hal yang sangat baik dan tentu dampaknya adalah anak-anak kita juga semakin menerima masukan yang lebih variatif,” ujarnya.
Seperti daerah lain di Indonesia yang juga mengalami kekurangan guru di sekolah negeri, saat ini Kota Bogor masih membutuhkan sekitar 650 guru. Sebanyak 135 siswa yang mengikuti program ini akan membantu mengisi kekurangan tersebut meskipun belum seluruh kebutuhan dapat terpenuhi.
Para siswa dari berbagai program studi, antara lain Pendidikan Sekolah Dasar, Pendidikan Sekolah Menengah, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Bahasa, dan sebagainya, akan mulai mengajar setelah menjalani pelatihan selama tiga hari.
Kegiatan ini juga mendapat berbagai baik dan dukungan penuh dari perguruan tinggi.
Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono, mengatakan Universitas Pakuan akan mendukung penuh bagaimana ilmu pengetahuan dapat terus disebarluaskan dengan lebih baik, inovatif, dan kreatif ke sekolah-sekolah.
Wakil Rektor Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Maemunah Sa'diyah, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pemkot Bogor ini juga sejalan dengan program pendidikan di kampus, sehingga manfaatnya dapat lebih luas dengan tingkat waktu yang cukup lama.
Ia berharap para siswa tidak hanya mengajar, tetapi juga terus mengasah kemampuan diri agar dapat terjun langsung secara total di kemudian hari.
“Karena biasanya program kami itu tiga sampai empat bulan, ini lima sampai enam bulan, sehingga mudah-mudahan siswa lebih memiliki pengalaman langsung ya dengan guru-guru senior di lapangan dan bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas serta kredibilitas yang dimiliki,” ujarnya.(Red).
www.satelitnusantara.news