Sukabumi | Satelit Nusantara
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya didistribusikan oleh Dapur MBG Walangsari 2 , Desa Walangsari, Kec, kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, untuk sementara waktu dikabarkan belum beroperasi.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan dari sejumlah penerima manfaat, termasuk pihak sekolah dan lembaga pendidikan yang sebelumnya menerima pendistribusian makanan dari dapur tersebut.
Pasalnya, selama Dapur MBG Walangsari 2 masih beroperasi, menu makanan yang disalurkan dinilai memiliki kualitas yang baik dan cukup diminati oleh para penerima manfaat.
Saat ini, pendistribusian makanan kepada sejumlah penerima manfaat untuk sementara dialihkan dan dikaper oleh dapur MBG lainnya. Namun demikian, sejumlah penerima manfaat menilai terdapat perbedaan dalam menu dan kualitas penyajian dibandingkan dengan makanan yang sebelumnya diterima dari Dapur MBG Walangsari 2.
Menurut informasi yang dihimpun, penerima manfaat sangat menyayangkan penghentian sementara operasional Dapur MBG Walangsari 2.
Mereka mempertanyakan alasan serta kejelasan mengenai kapan dapur tersebut dapat kembali beroperasi dan melakukan pendistribusian makanan seperti sebelumnya.
Kepala Sekolah PAUD SPS Melati, Deden Hendra Nurjaman, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyayangkan Dapur MBG Walangsari 2 yang untuk sementara waktu belum melakukan pendistribusian.
Menurutnya, selama menerima program MBG dari dapur tersebut, makanan yang diberikan kepada anak-anak dinilai cukup baik dari segi menu dan penyajiannya.
“Kami sebagai penerima manfaat tentu menyayangkan Dapur MBG Walangsari 2 dihentikan sementara. Selama ini menu yang diberikan cukup bagus dan anak-anak juga menyukai makanan yang disalurkan,” ujar Deden Hendra Nurjaman.
Ia berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang jelas kepada para penerima manfaat mengenai penghentian sementara tersebut.
“Kami berharap ada kejelasan, kenapa harus dihentikan sementara dan kapan bisa kembali beroperasi. Karena program ini sangat dinantikan dan dibutuhkan oleh anak-anak sebagai penerima manfaat,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kepala Sekolah MI Bojonggintung, Ibu Yuli.
Ia menilai selama pendistribusian dilakukan oleh Dapur MBG Walangsari 2, menu makanan yang diterima para siswa cukup baik.
Menurutnya, setelah pendistribusian sementara dialihkan ke dapur lain, terdapat perbedaan yang dirasakan oleh penerima manfaat.
“Kalau dibandingkan dengan sebelumnya, memang ada perbedaan. Dapur MBG Walangsari 2 menurut kami memiliki menu yang lebih baik dan penyajiannya juga bagus. Anak-anak sebagai penerima manfaat pun sebelumnya cukup senang,” ungkap Ibu Yuli.
Ia berharap penghentian sementara tersebut tidak berlangsung terlalu lama, sehingga program MBG dapat kembali berjalan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan, Abdul Rahman, juga selaku penerima manfaat, berharap adanya kejelasan terkait status operasional Dapur MBG Walangsari 2.
Menurutnya, pihak yayasan dan para penerima manfaat sangat menyayangkan apabila dapur yang selama ini dinilai mampu menyediakan makanan dengan menu yang baik justru harus dihentikan sementara.
“Kami tentu berharap ada penjelasan yang jelas terkait penghentian sementara ini. Selama Dapur MBG Walangsari 2 berjalan, kami melihat menu yang disediakan cukup bagus dan mendapatkan respons positif dari para penerima manfaat,” katanya.
Abdul Rahman menambahkan bahwa program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang sangat baik, khususnya dalam mendukung kebutuhan gizi anak-anak. Oleh karena itu, kualitas makanan, menu, dan pelayanan kepada penerima manfaat diharapkan tetap menjadi perhatian utama.
“Harapan kami, Dapur MBG Walangsari 2 bisa kembali beroperasi. Karena para penerima manfaat sudah merasakan langsung kualitas menu yang diberikan sebelumnya,” pungkasnya.
Sejumlah penerima manfaat kini berharap pihak-pihak terkait dapat segera memberikan informasi resmi mengenai alasan pemberhentian dapur tersebut.
Reporter : Hendi
www.satelitnusantara.news