“Buatlah konten yang mengangkat kreativitas siswa, prestasi sekolah, budaya Kabupaten Bogor, lingkungan, pendidikan, pariwisata, UMKM, maupun berbagai kegiatan positif lainnya,” katanya.
Bambang juga mengingatkan agar generasi muda tidak takut mencoba dan berkarya di ruang digital. Namun, setiap karya harus tetap memperhatikan etika serta dampaknya terhadap orang lain.
Ia mengajak siswa membiasakan diri memastikan kebenaran dan manfaat informasi sebelum membuat maupun membagikan sebuah konten.
“Sebelum membuat dan membagikan sebuah konten, biasakan bertanya kepada diri sendiri: apakah konten ini benar, apakah konten ini bermanfaat, dan apakah konten ini tidak merugikan orang lain,” ungkapnya.
Bambang menambahkan, Pemkab Bogor melalui Diskominfo terus mendorong peningkatan literasi dan kecakapan digital masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem digital yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga didukung masyarakat yang cerdas, kreatif, aman, santun, dan bertanggung jawab.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh melalui Bimtek dapat terus dikembangkan, baik dalam aktivitas bermedia sosial maupun proses pembelajaran di sekolah.
“Kita ingin melihat dari Kabupaten Bogor lahir content creator-content creator muda yang kreatif dan inspiratif, serta guru-guru yang mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran dan penyebarluasan informasi positif,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan SDM Komdigi Jakarta, Kementerian Komdigi, Dea Rahman, mengapresiasi pelaksanaan Bimtek Content Creator di Kabupaten Bogor. Menurutnya, kegiatan tersebut penting karena kemampuan menjadi content creator saat ini dapat dimiliki oleh siapa saja, tidak terbatas pada kelompok atau kategori tertentu.
“Content creator itu tidak hanya untuk satu golongan atau kategori peserta saja, tetapi sekarang semua orang bisa menjadi content creator,” kata Dea.
Ia menilai kegiatan Bimtek menjadi bagian dari upaya pemerataan informasi dan edukasi bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kemampuan dalam membuat konten digital.
Selain kemampuan teknis, Dea menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, media sosial memiliki banyak manfaat, tetapi juga dapat memberikan dampak negatif apabila digunakan secara berlebihan dan tidak bijak.
“Media sosial memiliki banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan atau raih. Namun, di sisi lain, sisi negatifnya juga banyak,” ujarnya.
Karena itu, Dea mengingatkan para siswa agar tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas di tengah aktivitas bermedia sosial maupun membuat konten.
“Jangan sampai waktu kita habis hanya untuk menggunakan media sosial. Jangan lupa masih ada tugas utama, yaitu belajar. Menjadi content creator tentu boleh, tetapi tetap utamakan belajar dengan baik,” tandasnya.(Red).
www.satelitnusantara.news