Notification

×

Iklan

Presiden Prabowo Luncurkan 13 Proyek Hilirisasi di Cilacap

Rabu, 29 April 2026 | April 29, 2026 WIB Last Updated 2026-04-29T13:57:21Z


CILACAP | SATELIT NUSANTARA

Program hilirisasi dinilai sebagai langkah penting dalam mendorong kebangkitan nasional sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subiyanto saat memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II yang berlangsung di Kilang Pertamina RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

"Hilirasi adalah jalan satu-satunya agar kita bangsa Indonesia bisa lebih makmur," ujar Prabowo di hadapan para undangan dengan tegas.

Ia menjelaskan bahwa program hilirisasi bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil gagasan yang telah dirancang sejak lama oleh para pemimpin sebelumnya.

"Proyek ini tidak jatuh dari langit, tapi buah pemikiran, buah cita-cita, buah impian para pemimpin Indonesia, teknokrat, Ilmuan belasan tahun, sehingga terwujudlah konsep-konsep ini," kata Prabowo.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hilirisasi juga mencerminkan keberanian bangsa dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam secara mandiri di dalam negeri.

Melalui program ini, Indonesia diharapkan tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

"Kita tidak mau hanya sekedar jual bahan baku seperti kelapa, tapi kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia, supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia," ujar Presiden.

Proyek yang memiliki nilai investasi sekitar Rp116 triliun tersebut diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan industri nasional serta membuka sekitar 600 ribu lapangan pekerjaan.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama program hilirisasi.

"Ini fase kedua, dan fase pertama sudah dilakukan pada 6 Februari 2026 di 11 titik diantaranya smekter alumina di Kalimantan Barat, bio aftur di Jawa Tengah, Bio Tanol dan pengolahan garam industri di Jawa Timur," ujarnya.

Ia menambahkan, tahap berikutnya juga akan mencakup pembangunan peternakan ayam terintegrasi di sejumlah daerah.

"Nanti ada fase ketiga, dan kita rencanakan 6 proyek hilirisasi nasional. Kalau kita jumlahkan itu ada 30 proyek senilai Rp239 triliun," jelas Rosan.

Adapun untuk sektor energi di Cilacap, proyek yang dibangun meliputi kilang gasoline dengan kapasitas produksi mencapai 62 ribu barel per hari. Selain di Cilacap, proyek serupa juga akan dikembangkan di Dumai.

"Ini dalam rangka memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor BBM 2 juta kiloliter per tahun, dan menghemat devisa per tahun 1,25 miliar dollar AS," ungkap Rosan yang juga CEO Danantara Indonesia ini.

Sebagai informasi, peresmian proyek ini dilakukan secara hybrid dan terhubung dengan tujuh wilayah lainnya di Indonesia, yakni Maumere, Cilegon, Karawang, Tanjung Enim, Gresik, Sei Mangkei, serta Maluku Tengah. 

Reporter : Inas M

www.satelitnusantara.news
×
Berita Terbaru Update