Notification

×

Iklan

Pelopor Sekolah Maung di Kota Depok, SMAN 1 Depok Siapkan Generasi Unggul Berbasis Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 | Mei 21, 2026 WIB Last Updated 2026-05-21T07:15:17Z

Depok | satelitnusantara.news


Pendidikan di Kota Depok memasuki babak baru. Mulai Tahun Ajaran 2026/2027, Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menghadirkan Program Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul) sebagai langkah strategis mencetak generasi berprestasi dan berdaya saing tinggi di tingkat SMA/SMK.


Untuk tahap awal, program unggulan tersebut hadir di Kota Depok melalui SMAN 1 Depok yang berlokasi di Jalan Nusantara Raya, Depok. Kehadiran Sekolah Maung disambut antusias para orang tua dan insan pendidikan karena dinilai menjadi terobosan baru dalam menciptakan ekosistem pendidikan unggulan di Jawa Barat.


Program tersebut diperkenalkan langsung oleh Kepala SMAN 1 Depok, Dede Agus Suherman, dalam kegiatan Sosialisasi Sekolah Maung yang digelar di Aula SMP Negeri 2 Depok, Rabu (20/05/2026). Acara tersebut dihadiri kepala sekolah negeri, orang tua siswa, unsur kelurahan, kecamatan hingga Babinsa.


Dalam pemaparannya, Dede menjelaskan bahwa Sekolah Maung merupakan program pendidikan unggulan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk penguatan sekolah negeri berkualitas, terinspirasi dari keberadaan Sekolah Garuda di tingkat nasional.


“Gubernur Jawa Barat ingin menghadirkan sekolah unggulan di setiap kabupaten dan kota. Sekolah Maung menjadi wadah untuk membentuk manusia unggul yang memiliki kemampuan akademik, non-akademik, dan kecerdasan berbakat istimewa,” ujarnya.


Ia menegaskan, Sekolah Maung bukanlah pembangunan sekolah baru, melainkan penguatan sekolah negeri yang dinilai memiliki potensi besar dalam mencetak siswa berprestasi. Sistem penerimaan siswa pun berbeda dengan jalur reguler.


Jika sekolah reguler masih menggunakan mekanisme umum seperti tahun sebelumnya, Sekolah Maung menerapkan seleksi berbasis tiga kompetensi utama, yakni prestasi akademik, prestasi non-akademik, serta kategori Cerdas Berbakat Istimewa (CBI).


“Tidak ada lagi sistem domisili. Seleksi murni berdasarkan kemampuan dan prestasi siswa. Jadi anak-anak yang masuk benar-benar terseleksi,” jelas Dede.


Untuk Kota Depok sendiri, Sekolah Maung akan membuka 10 kelas dengan kapasitas maksimal 20 siswa per kelas. Total hanya 200 siswa yang akan diterima pada angkatan pertama.


Menurut Dede, keberadaan Sekolah Maung diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memacu lahirnya prestasi-prestasi baru di Kota Depok.

“Sekolah reguler tetap harus berprestasi, tetapi Sekolah Maung hadir sebagai pusat pengembangan siswa unggulan. Dan di Depok, cikal bakalnya dimulai dari SMAN 1 Depok,” katanya.


Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Depok, Sumarno, menyebut sosialisasi tersebut sengaja digelar agar para orang tua mendapatkan informasi secara langsung mengenai konsep dan mekanisme Sekolah Maung sebelum menentukan pilihan pendidikan anak mereka.


Menurutnya, Sekolah Maung menjadi ruang strategis bagi siswa yang memiliki potensi lebih agar bakat dan kemampuannya dapat berkembang secara maksimal dan terarah.


“Kami ingin orang tua memahami langsung konsep Sekolah Maung dari pihak pelaksana, sehingga bisa menentukan pilihan terbaik bagi anak-anak mereka,” ungkap Sumarno.


Ia juga menilai keberadaan sekolah unggulan seperti Sekolah Maung dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat di dunia pendidikan.


“Kompetisi itu penting untuk mengukur kemampuan siswa. Dengan adanya Sekolah Maung, anak-anak yang memiliki kemampuan lebih akan memiliki wadah untuk berkembang dan berprestasi,” tambahnya.


Pendaftaran Sekolah Maung dilakukan secara daring melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat di:

maung.spmb.jabarprov.go.id


Calon peserta didik dapat mengakses sistem menggunakan akun yang diberikan operator Dapodik sekolah asal. Sementara bagi siswa yang belum memperoleh akun, dapat meminta bantuan langsung ke sekolah tujuan penyelenggara Sekolah Maung.

Red

×
Berita Terbaru Update