Notification

×

Iklan

PROGRES 62%, DUGAAN PELANGGARAN SPESIFIKASI BRONJONG DI JEMBATAN CILEUMUH JADI SOROTAN

Minggu, 10 Mei 2026 | Mei 10, 2026 WIB Last Updated 2026-05-11T05:17:30Z
Wangon | Cilacap

Satelit Nusantara | SNTV
 
Proyek strategis nasional Preservasi Jalan Majenang (Batas Jawa Barat) – Karangpucung – Wangon Tahun Anggaran 2026 terus dikebut pelaksanaannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – DIY. Per Mei 2026, progres pekerjaan telah mencapai 62%, dengan target selesai menjelang puncak arus mudik dan arus balik tahun ini .
 
Proyek ini membentang sepanjang 27 kilometer, mencakup perbaikan struktur perkerasan, peningkatan kualitas jalan, penanganan lereng, hingga penguatan struktur pelindung sungai dan jembatan. Kegiatan ini dikelola langsung oleh Satuan Kerja PPK 1.5 Provinsi Jawa Tengah, dengan pelaksana utama kontraktor PT Duta Mas Indah (DMI), sesuai data dan dokumentasi resmi BBPJN Jateng-DIY tertanggal 9 Mei 2026. Anggaran keseluruhan difokuskan menjaga kemantapan jalur utama penghubung Jawa Barat – Jawa Tengah, mendukung kelancaran distribusi logistik dan keselamatan perjalanan masyarakat.
 
Namun di tengah kemajuan fisik proyek, muncul temuan mengkhawatirkan dari sejumlah awak media yang melakukan pemantauan langsung pada Minggu, 10 Mei 2026, tepatnya di lokasi pekerjaan penguatan struktur di bawah Jembatan Cileumuh, wilayah perbatasan Karangpucung – Wangon.
 
⚠️ DUGAAN PEMASANGAN BRONJONG TIDAK SESUAI SPESIFIKASI
 
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan kondisi pemasangan bronjong kawat yang dinilai asal jadi, tidak rapi, dan berpotensi tidak kuat menahan arus air maupun tekanan tanah, padahal struktur ini berfungsi utama sebagai pelindung dasar sungai dan tiang jembatan agar tidak terkikis air bah.
 
Temuan di lokasi:
 
- Banyak kawat pengikat dan kerangka bronjong terlihat dipotong sembarangan, tidak utuh sesuai standar pembuatan dan pemasangan .

- Pengisian batu ke dalam anyaman bronjong terlihat longgar, tidak padat, banyak rongga kosong, dan tidak tersusun rapat satu sama lain .

- Sambungan antar kotak bronjong tidak saling terikat kuat, sehingga dikhawatirkan mudah lepas atau bergeser saat terkena tekanan air deras.
 
Menurut para pengamat dan teknisi lapangan, kondisi ini jelas menyimpang dari Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 dan standar SNI yang berlaku, serta sangat berisiko menyebabkan kerusakan dini bahkan kegagalan struktur jembatan saat musim hujan datang .
 
✅ ATURAN RESMI PEMASANGAN BRONJONG YANG BENAR
 
Berikut aturan teknis resmi yang wajib dipatuhi dalam setiap proyek PU:
 
1. Keranjang bronjong harus utuh, tidak ada kawat yang dipotong, dibentangkan kuat agar bentuk presisi. Sambungan antar kotak harus sama kuat dengan anyaman aslinya, diikat minimal 2 lilitan tiap sisi, ujung kawat dibengkokkan ke dalam agar tidak lepas .

2. Pengisian batu padat maksimal: Batu keras ukuran 20–40 cm, dimasukkan satu per satu, disusun rapat, rongga sekecil mungkin. Diisi bertahap, dipasang kawat penguat di tengah tinggi agar tidak menggelembung .

3. Saling terikat kokoh: Setiap kotak harus diikat menyatu dengan kotak di samping dan di atasnya, membentuk satu kesatuan struktur agar kekuatan menyebar merata .

4. Posisi rata & kokoh: Diletakkan di dasar yang sudah dipadatkan/urugan pondasi, tidak miring, tidak melayang.
 
Jika aturan ini dilanggar, bronjong tidak akan berfungsi menahan beban, justru menjadi sampah konstruksi yang membahayakan jembatan dan pengguna jalan.
 
📢 SERUAN DAN HARAPAN MASYARAKAT
 
Temuan ini langsung memicu kekhawatiran warga dan pengguna jalan. Masyarakat serta elemen pers meminta pihak berwenang segera bertindak:
 
"Kami harap BBPJN Jateng-DIY, Konsultan Pengawas, serta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) segera turun menyelidiki, cek ulang spesifikasi, dan menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran. Jangan sampai proyek mahal ini hanya jadi pameran, lalu rusak lagi dalam waktu singkat dan membahayakan nyawa," ujar salah satu awak media di lokasi.
 
Pihak terkait juga diminta memerintahkan kontraktor PT Duta Mas Indah untuk membongkar dan memperbaiki ulang pekerjaan yang cacat tersebut sepenuhnya sesuai standar, tanpa menambah biaya negara, demi menjamin kualitas dan keamanan jangka panjang.
 
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek. Masyarakat berharap transparansi dan akuntabilitas dijaga ketat agar ruas jalan nasional strategis ini benar-benar aman, awet, dan bermanfaat maksimal bagi seluran pengguna jalan.

Reporter : Darkam

www.satelitnusantara.news
×
Berita Terbaru Update