"Saya merasa sangat senang dan bangga karena untuk pertama kalinya dapat mengantarkan anak pertama saya memasuki jenjang Sekolah Dasar. Momen ini sangat berkesan dan penuh makna, tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi saya sebagai orang tua. Ada rasa haru, bangga, sekaligus bahagia melihat anak memulai perjalanan pendidikannya," ujarnya.
Menurutnya, kebijakan fleksibilitas kerja yang diberikan pemerintah merupakan bentuk perhatian terhadap pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai ASN.
"Saya mengapresiasi kebijakan Kementerian PANRB yang memberikan fleksibilitas bekerja melalui skema WFA bagi ASN yang mengantarkan anak di hari pertama sekolah. Kebijakan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak pada momen awal memasuki dunia pendidikan, sekaligus tetap menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai ASN dan sebagai orang tua," katanya.
Rahmat berharap pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah berlangsung ramah anak, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
"MPLS menjadi momentum penting bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun rasa percaya diri, belajar berinteraksi dengan guru dan teman-teman, serta menumbuhkan rasa kebersamaan sejak hari pertama. Semoga MPLS benar-benar menjadi kegiatan yang edukatif, ramah anak, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun tindakan yang tidak mendidik," ungkapnya.
Di SDN Sirnagalih 05, pelaksanaan MPLS memang dirancang dengan konsep Sekolah Ramah Anak. Kepala SDN Sirnagalih 05, Johan Sri Wahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan selama masa pengenalan difokuskan untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah melalui pendekatan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
"MPLS kami mengusung konsep Sekolah Ramah Anak. Kami ingin menghadirkan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman sejak hari pertama berada di sekolah," jelas Johan.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, guru, dan berbagai fasilitas pendidikan, peserta didik juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi keunggulan sekolah, seperti pencak silat, marawis, drumband, pramuka, taekwondo, karate, hingga Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ).
Johan menambahkan, sekolah juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk menyampaikan minat dan bakat sehingga pembinaan dapat dilakukan sejak dini. Strategi tersebut telah membuahkan berbagai prestasi, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Red (CM)
www.satelitnusantara.news