Kehadiran kami hari ini merupakan komitmen BKSAP DPR RI untuk terus memperkuat jembatan antara parlemen dan pemangku kepentingan daerah guna mengoptimalisasi potensi daerah di Indonesia untuk dapat bersaing di tingkat global melalui berbagai kerangka kerja sama parlemen internasional, regional maupun bilateral,” ujar Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh dalam acara tersebut.
BKSAP DPR RI menyoroti tiga modal utama Kota Depok sebagai salah satu penyanggah ibukota.
Yakni Depok sebagai kota pendidikan yang memiliki universitas negeri ternama di dunia dan puluhan kampus lainnya.
Lalu modal kedua adalah bonus demografi, di mana banyak warga Depok berusia 15-64 tahun yang melek terhadap teknologi.
Hal ini dianggap baik sebagai "bahan bakar" ideal untuk industri kreatif, dan kemudian peluang ketiga adalah peluang global.
“BKSAP siap menjadi jembatan Depok ke dunia mulai dari mendorong sister city, student exchange, hingga riset bersama internasional,” jelas Husein.
Di tempat yang sama, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para legislator nasional ke Kota Depok.
Melalui pertemuan ini membuka jalan bagi Kota Depok untuk menyampaikan hal-hal yang menjadi kebutuhan daerah yang perlu mendapat dukungan pemerintah pusat.
“Terima kasih atas silaturahmi BKSAP DPR RI datang ke Depok, membangun komunikasi dengan parlemen ini penting buat kami karena banyak kebijakan yang bergantung pada pusat,” tandasnya.(Sri).
www.satelitnusantara.news