Notification

×

Iklan

Buat Suasana MPLS Lebih Ceria, Guru di SDI Ramah Anak Pakai Kostum Satwa dan Profesi

Senin, 13 Juli 2026 | Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-14T02:36:20Z
Depok | Satelit Nusantara

Bukan hanya peserta didik yang tampil penuh semangat di hari pertama sekolah. Para guru pun terlihat antusias menyambut peserta didik baru.


Hari pertama sekolah di Sekolah Dasar Islam (SDI) Ramah Anak ikut mencuri perhatian. Para guru mengenakan kostum aneka satwa, mulai dari lebah hingga jerapah.


Suasana ceria tersebut menjadi cara sekolah menyambut peserta didik baru dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kepala SDI Ramah Anak Siti Komalasari mengatakan, pelaksanaan MPLS di sekolahnya mengacu pada petunjuk teknis (juknis) MPLS Ramah yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).


Dikatakannya, penyambutan dengan kostum tematik dilakukan selama dua hari pertama. Pada hari pertama, guru mengenakan kostum bertema satwa, sedangkan pada hari kedua mengusung tema profesi.


“Setiap guru di masing-masing jenjang mengenakan kostum sesuai tema. Untuk hari pertama ada yang memakainkostum lebah dan jerapah. Kemudian hari kedua bertema profesi agar suasana MPLS semakin menyenangkan bagi anak-anak,” ungkapnya kepada Awak Media Selasa (14/07/26).

Lebih lanjut, Siti menambahkan selama pekan pertama MPLS, peserta didik diperkenalkan berbagai program sekolah. Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, parade dan demonstrasi ekstrakurikuler, hingga pemetaan minat serta bakat melalui asesmen diagnostik akademik maupun nonakademik.


Selain itu, lanjutnya, sekolah juga memberikan edukasi tentang pencegahan perundungan kepada seluruh peserta didik, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan perundungan fisik, verbal, maupun cyberbullying.


“Nantinya, seluruh peserta didik akan deklarasi komitmen untuk tidak melakukan perundungan. Harapannya, budaya saling menghargai sudah tertanam sejak awal mereka berada di lingkungan sekolah,” jelasnya.


Sebagai sekolah full day, SDI Ramah Anak juga menerapkan masa adaptasi secara bertahap bagi peserta didik kelas 1. Pada minggu pertama, jelas Siti, jam belajar berlangsung hingga pukul 10.00, lalu bertambah menjadi pukul 12.00 pada minggu kedua, sebelum akhirnya mengikuti jadwal penuh pada minggu ketiga.


Dlaam hal ini, Siti menyebutkan, seluruh rangkaian MPLS mendapat respons positif dari peserta didik. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap kegiatan yang dikemas melalui permainan, diskusi, dan aktivitas interaktif.


“Kami tidak langsung mengajak anak belajar seperti di kelas. Mereka diajak bermain, membuat kesepakatan kelas, hingga menyusun aturan bersama agar merasa nyaman dan senang berada di sekolah,” tutupnya.


Red (CM)


www satelitnusantara.news

×
Berita Terbaru Update