Ini adalah kegiatan pelatihan multimedia yang menurut saya cukup strategis. Termasuk tantangan yang saya berikan untuk mendata jumlah putus sekolah dan stunting,” kata Jenal Mutaqin.
Pelatihan ini juga menyikapi berbagai permasalahan sosial yang ada di Kota Bogor, seperti data kemiskinan, DTSEN, atau putus sekolah.
Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Atep Budiman, menambahkan pelatihan ini bertujuan utama untuk meningkatkan kapasitas para anggota Katar di tengah tantangan mereka untuk terus menunjukkan eksistensinya.
Terutama di media sosial, bagaimana mengembalikan kembali marwah Karang Taruna di masyarakat,” kata Atep Budiman.
Selain itu, Katar diminta menyelaraskan visi dengan program pemerintah. Sebab, Katar menjadi bagian dari pengejawantahan program pimpinan daerah di tingkat masyarakat.
“Karang Taruna menjadi agen informasi bagi pemerintah dan menyampaikan hal yang positif kepada masyarakat. Sampai kepada masyarakat, sebagai jembatan informasi dan pelayan bagi warga,” jelas Atep Budiman.
Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Kota Bogor yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Asep Nadzarullah, mengatakan pelatihan ini merupakan inisiasi untuk meningkatkan kapasitas.
“Menambah khasanah dari teman-teman Karang Taruna. Agar teman-teman Karang Taruna bisa rajin turun ke wilayah dan mendekat kepada aparatur di wilayah," ujarnya.(Red)
www.satelitnusantara.news