Penampilan tersebut meliputi barongsai, Tari Aku Indonesia, puisi dan Tari Dayak yang disertai fashion show, ansambel, Tari Saman, senam Lapis Ceria, pertunjukan bela diri dan medley, vokalis solo, sosialisasi Serbukatif, penampilan anak-anak penyandang disabilitas dengan bajidor dan pantomim, serta kolaborasi nyanyi dan nyanyi.
Puncak peringatan HAN ini bukan sekedar seremoni, melainkan memberikan berbagai dampak positif bagi anak-anak di Kota Bogor dengan hadirnya berbagai stan yang disediakan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, urusan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua maupun guru di sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab lingkungan dan pemerintah dalam menetapkan kebijakan yang ramah terhadap anak.
“Dan alhamdulillah Kota Bogor itu predikatnya adalah Kota Layak Anak Madya. Jadi artinya masih ada beberapa target yang harus kita selesaikan agar Kota Bogor ke depan bisa meraih predikat utama,” ungkapnya.
Dedie Rachim melanjutkan, Kota Bogor terus berupaya dan berikhtiar dalam mewujudkan kesejahteraan anak agar seluruh anak dapat memperoleh hak yang sama.
Menangapi aspirasi Suara Anak Daerah yang menginginkan adanya respon cepat dalam menangani kasus anak, Dedie Rachim menjelaskan bahwa saat ini Kota Bogor telah memiliki berbagai program pencegahan serta membentuk desk khusus untuk melakukan respon cepat.
“Jadi jika terjadi kasus itu bisa dikonsultasikan, kemudian ada psikolognya juga dan tentu saja secara organisasi kita menganggarkan untuk langkah-langkah baik pencegahan, penanganan hingga lanjutannya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Dedie Rachim mengajak seluruh pihak, baik orang tua, guru, maupun masyarakat luas untuk menyayangi anak-anak dengan sepenuh hati.
"Cinta anak-anaknya dari lubuk hati paling dalam. Bimbing, melindungi anak-anaknya, dan sejahterakan anak-anaknya. Jadi punya anak bukan sekedar pernikahan saja, tapi tanggung jawab lahir batin sampai mereka bisa mandiri," ujarnya.
Wakil Ketua I Pelaksana Puncak Hari Anak Nasional Tingkat Kota Bogor, Ribbas Bintang Saputro, mengatakan konsep HAN tahun ini merupakan bentuk partisipasi aktif anak-anak dalam kegiatan inspiratif, mulai dari kepanitiaan hingga peserta yang seluruhnya diisi oleh anak-anak.
“Dan puncak acara Hari Anak Nasional Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 yang dilaksanakan hari ini menampilkan panggung kreativitas, seni, dan representasi resmi dokumen Suara Anak Daerah,” ucap Ribbas.
Sebagai informasi, rangkaian peringatan HAN di Kota Bogor sangat beragam, dimulai dari pelaksanaan Suara Anak Daerah (SAD) Tahun 2026 yang berhasil menghimpun lebih dari 1.000 suara anak dari berbagai wilayah di Kota Bogor.
Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan nonton bareng film inspiratif yang memfasilitasi anak yatim dan penyandang disabilitas untuk menyaksikan film edukatif yang memuat moral di Bogor Trade Mall (BTM), bermain bersama anak panti, program khusus Forum Anak untuk berbagi kebahagiaan dan berinteraksi langsung dengan anak-anak di panti asuhan, senam anak sehat, kegiatan fisik, serta kampanye kesehatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh SD dan SMP se-Kota Bogor.(Red).
www.satelitnusantara.news