Kami sampaikan bahwa akan ada pembongkaran oleh Satpol PP, sehingga kami minta mereka membongkar sendiri sebelum dilakukan tindakan penertiban," ujarnya.
Jarkasih menuturkan, pendekatan humanis tersebut mendapat respons positif.
Bahkan menjelang hari pelaksanaan penertiban, para pemilik lapak secara sukarela membongkar bangunannya sendiri.
"Alhamdulillah, di hari-hari injury time, bahkan semalam sebelum penertiban, mereka sudah membongkar sendiri lapak-lapaknya. Jadi hari ini tinggal penyelesaian dan penuntasan oleh tim penertiban terhadap lahan yang sebelumnya digunakan," jelasnya.
Ia menambahkan, edukasi kepada para PKL dilakukan secara bersama-sama oleh unsur kecamatan, kelurahan, Satpol PP, hingga perangkat lingkungan agar penertiban berjalan tanpa gesekan.
"Kami bersama Satpol PP kecamatan, Kasi Pemerintahan, kelurahan, Pak RW, Pak RT, bahkan saya sendiri menyampaikan langsung kepada para pemilik lapak agar kooperatif. Karena kalau tetap membandel tentu akan dilakukan pembongkaran paksa oleh aparat. Alhamdulillah mereka memilih membongkar sendiri," ungkap Jarkasih
Usai penertiban kawasan tersebut akan terus diawasi agar tetap steril dari bangunan liar maupun aktivitas PKL yang melanggar aturan.
"Setelah pembongkaran ini kawasan harus steril dari pedagang PKL. Tugas kami di kecamatan bersama kelurahan dan Satpol PP kecamatan adalah terus memonitor dan menjaga agar mereka tidak muncul lagi," tutupnya. (Red).
www.satelitnusantara.news