Dengan gaya santai namun serius, Jenal Mutaqin menjelaskan bahwa urusan pelayanan masyarakat yang paling utama ada pada sektor kesehatan, persampahan, ketenteraman, kesepakatan umum, perlindungan masyarakat, serta kemacetan.
Di bidang kesehatan, Jenal Mutaqin menjelaskan tentang program layanan kesehatan dan jaminan kesehatan melalui BPJS. Juga pelayanan kesehatan yang ada di enam kecamatan di Kota Bogor.
Lalu soal persampahan, Jenal Mutaqin menegaskan bahwa Kota Bogor saat ini sedang menggarap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Ditambah komitmen kita untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kalian siap untuk tidak membuang sampah sembarangan? Dan siap memberitahukan kepada orang tua kalian untuk tidak membuang sampah sembarangan?" tanya Jenal Mutaqin kepada para siswa.
Jenal Mutaqin melanjutkan, urusan berikutnya adalah tentang ketenteraman, Perjanjian umum, dan perlindungan masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sering kali melakukan operasi persetujuan umum.
Seperti penertiban pengamen jalanan, pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar aturan, serta penjagaan di fasilitas umum.
Semata hal itu untuk memberikan kenyamanan bagi warga masyarakat,” tuturnya.
Terakhir soal kemacetan. Beberapa waktu belakangan ini, kata Jenal Mutaqin, Pemkot Bogor terus gencar melakukan operasi angkutan kota (angkot) yang dianggap sudah tidak laik jalan. Selain itu, transportasi perkotaan seperti Biskita juga terus berkembang.
“Dengan harga yang murah, Biskita menjadi alternatif angkutan massal perkotaan di Kota Bogor,” ujar Jenal Mutaqin menutup.
Di tempat yang sama, Kepala Sekolah Dasar SBR, Octavianus Muljadi, menjelaskan bahwa pengetahuan tentang pemerintahan ini menjadi bekal penting bagi para siswa kelak.
Bahkan di kelas enam ini mereka harus mencari solusi dan melakukan penelitian tentang permasalahan yang ada, terutama di Kota Bogor. Jadi mereka sangat fokus dan antusias,”(Red).
www.satelitnusantara.news