“Critical thinking harus dibiasakan sejak SD, SMP, sampai SMA. Anak-anak harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis atas apa yang terjadi di sekeliling kita. Kalau persoalan dikerjakan bersama-sama, tidak ada yang sulit. Kita perlu kemampuan untuk berkolaborasi dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung penuh Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara,” ujar Herman.
Mewakili Bupati Bogor, Plt.Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Trian Turangga, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival yang menjadi ruang bagi anak-anak dan masyarakat untuk mengenal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui cerita rakyat.
“Festival ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan anak-anak dan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu ruang yang penuh cerita. Setiap peserta membawa kisah, bahasa, dan kekayaan budaya dari daerahnya masing-masing. Semoga pertemuan tersebut membuka ruang saling mengenal dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia,” ujar Trian.
Ia menilai, pelestarian cerita rakyat perlu dilakukan dengan pendekatan yang kreatif agar semakin dekat dengan generasi muda. Festival mendongeng dinilai dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, sekaligus mengenal nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat.
“Mari kita dukung anak-anak dan generasi penerus untuk terus mengenal, mencintai, dan menyampaikan cerita rakyat dengan cara yang kreatif. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan memberi pengalaman berharga bagi seluruh peserta,” katanya.
Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, mengaku terkejut melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan tahun ini.
“Kalau boleh jujur, saya sangat kaget ketika mendapatkan total peserta yang ikut di Suara Nusantara Jawa Barat, yaitu 1.120 pendaftar. Hari ini tersisa 40 pendongeng terbaik, datang dari 16 kabupaten dan kota, membawa cerita dan bahasa daerahnya masing-masing ke satu panggung yang sama,” ujar Cahaya.(Red).
www.satelitnusantara.news