Notification

×

Iklan

SMPN 9 Depok Batasi HP, Dukung Internet Sehat

Kamis, 20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB Last Updated 2026-08-20T10:00:47Z
Kota Depok | Satelit Nusantara

Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mendorong penggunaan internet sehat mendapat dukungan dari SMP Negeri (SMPN) 9 Depok. 



Salah satunya melalui pembatasan penggunaan HP di lingkungan sekolah agar perangkat tersebut lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan literasi dan pembelajaran.



Dukungan tersebut disampaikan Wakil Kepala SMPN 9 Depok Bidang Sarana dan Prasarana, Ahmad Nasir, saat kegiatan sosialisasi internet sehat melalui Mobile Community Access Point (MCAP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok di SMPN 9 Depok, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Rabu (19/08/26) pagi.



Ahmad menilai, edukasi mengenai penggunaan internet sehat penting diberikan kepada siswa karena teknologi digital telah menjadi bagian dari keseharian anak-anak. Menurutnya, siswa perlu memahami setiap aktivitas di dunia digital meninggalkan rekam jejak yang dapat berdampak di kemudian hari.



“Karena rekam jejak dari digital itu tidak pernah hilang. Jadi apa yang kita tulis, apa yang kita share, apa yang kita posting itu pasti ada. Makanya harus betul-betul bijaksana,” ujarnya .


Untuk mendukung penggunaan internet secara bijak, sekolah menerapkan sejumlah langkah, salah satunya membatasi penggunaan HP. Perangkat tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan literasi dan pembelajaran.



“Kita juga di sekolah ada namanya pembatasan penggunaan HP. Jadi HP digunakan hanya untuk literasi. Kalau anak dibebaskan bisa ke mana-mana, bisa game, bisa scroll-scroll, bisa TikTok-an dan lain-lain. Yang belum tentu bahwa hal tersebut bermanfaat,” tuturnya.



Ahmad menilai, edukasi dari pemerintah dan sekolah perlu berjalan beriringan. Pendampingan kepada siswa tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga perlu diterapkan dalam keseharian.



Ia juga mengingatkan siswa agar berhati-hati dalam membagikan data pribadi, foto, maupun kode OTP di internet.



“Terus ada lagi menjaga privasi, data pribadi, OTP, foto, itu harus hati-hati untuk memposting. Karena itu ada implikasinya,” terangnya.



Ahmad menggambarkan tantangan bermedia digital saat ini dengan pepatah yang disesuaikan dengan kehidupan anak-anak.



Kalau dulu kan mulutmu harimaumu, kalau sekarang jarimu harimaumu. Bisa saja kita dengan tidak bijaksana menggunakan internet atau gadget bisa menimbulkan masalah hukum,” sebutnya.



Edukasi tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Zahra Budiman (12), salah satu peserta, mengaku mendapat pemahaman mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara bijak.



“Dapat materi untuk tidak menonton video-video jorok, dan tidak mengata-ngatai nama orangtua, dan tidak membully, dan menggunakan media sosial dengan bijak,” ujarnya.



Siswa lainnya, Riko Putra Aditya (13), berharap edukasi seperti ini dapat membantu mengurangi perundungan di dunia maya.



“Semoga ke depannya makin berkurangnya cyberbullying,” tutupnya.(Red).



www.satelitnusantara.news


×
Berita Terbaru Update