Selain dukungan infrastruktur pendidikan, Wamendikdasmen juga menyoroti penanganan Angka Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, upaya tersebut memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui optimalisasi pendidikan formal, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), maupun pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Ia juga mendorong seluruh satuan pendidikan dan tenaga pendidik agar aktif melakukan pendataan serta mengajak kembali anak-anak yang belum bersekolah untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan pemerataan akses dan mutu pendidikan di daerah.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena menegaskan kesiapan jajarannya untuk menindaklanjuti arahan dan kebijakan yang disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurutnya, Dinas Pendidikan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat maupun seluruh pemangku kepentingan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sukabumi.
Melalui audiensi dan dialog tersebut diharapkan terbangun sinkronisasi kebijakan yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, sehingga berbagai program strategis di bidang pendidikan dapat terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sukabumi.(Red).
Bid IKP/Diskominfosan