“Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Dirjen Perkeretaapian memutuskan untuk menutup lintasan rel kereta api yang sangat longgar di Jalan Sholeh Iskandar,” kata Dedie Rachim, Rabu (29/7/2026).
Dedie Rachim berharap pemasangan pagar pengaman sebagai pembatas tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan serta mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan kereta api.
Ia menambahkan, pemasangan pagar pengaman serupa akan dilakukan di sejumlah perlintasan rel kereta api lainnya di Kota Bogor, di antaranya perlintasan di bawah fly over Jalan RE Martadinata dan wilayah Bubulak.
“Pemasangan tersebut dilakukan sambil menunggu Detail Engineering Design (DED) untuk proyek penutupan jalur rel kereta api sebidang di Jalan MA Salmun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ke depan perlintasan sebidang di Jalan MA Salmun akan ditutup secara total. Sebagai solusinya, Pemkot Bogor akan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) serta jembatan khusus bagi kendaraan roda dua.
Ini langkah yang Kota Bogor ambil untuk mengantisipasi dan meminimalisir bertambahnya korban jiwa akibat kecelakaan di perlintasan kereta api,” tegas Dedie Rachim didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih dan Camat Tanah Sareal, Rokib.
Selain pemasangan pagar pengaman, Pemkot Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) juga akan melakukan penataan area sekitar dengan pembangunan taman.
Penataan tersebut dilakukan agar area sekitar pagar tidak dimanfaatkan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berpotensi menimbulkan kesan kumuh dan mengganggu aktivitas kerja. Hal utama yang ingin dipastikan adalah keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Dengan dibangunnya taman, diharapkan dapat menurunkan potensi kerawanan, sehingga bisa meringankan tugas para aparat dalam menjaga dan keamanan masyarakat maupun wilayah,” pungkas Dedie Rachim.(Red).
www.satelitnusantara.news