“Ini masih tahap uji coba. Kami ingin melihat sejauh mana efektivitas rekayasa yang dilakukan, sehingga kami sangat membutuhkan umpan balik dari masyarakat maupun stakeholder,” ujarnya, Senin (03/08/26).
Menurut Dini, penyesuaian dilakukan pada sejumlah titik yang selama ini menjadi penyebab perlambatan arus lalu lintas, seperti putar balik, simpang lampu lalu lintas, dan akses menuju kawasan permukiman.
“Beberapa titik tersebut cukup menghambat arus kendaraan, terutama pada jam sibuk. Oleh karena itu, kami coba lakukan penyesuaian agar pergerakan lalu lintas bisa lebih lancar,” jelasnya.
Ia menambahkan, evaluasi dilakukan setiap hari, baik pada pagi maupun sore, bersama Satlantas Polres Metro Depok. Pemantauan difokuskan pada kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk panjang antrean kendaraan.
“Setiap hari kami lakukan evaluasi bersama kepolisian, termasuk melihat panjang antrean kendaraan dan kondisi di lapangan,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan hari pertama, arus lalu lintas di Jalan Kartini terpantau lebih terkendali dibandingkan sebelum uji coba diterapkan.
“Tadi pagi sekitar pukul 06.20 WIB, antrean dari arah selatan masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Harapannya, kondisi ini bisa semakin baik di hari berikutnya,” tambahnya.
Dini mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan uji coba dengan mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, lancar, dan berkeselamatan,” tutupnya.(Red).
www.satelitnusantara.news